Dalam konsep ekonomi maka tanah itu mempunyai nilai. Tanah mempunyai karakteristik yang unik karena tidak dapat digunakan secara bersama-sama dengan investasi lain. Ciri lainnya adalah:

  1. Setiap persil tanah bersifat unik di lokasinya serta komposisinya, tidak dapat dipindahkan ke posisi yang lebih baik
  2. Tanah memerlukan pengembangan agar menjadi lebih produktif
  3. Tanah dapat digunakan berulang kali dalam waktu yang lama dan memerlukan berbagai keahlian guna mengoperasikannya dalam pengertian investasi secara benar
  4. Tanah itu adanya terbatas dan tidak ada data formal sehingga sulit untuk menemukan segala sesuatu informasi yang kita perlukan tanpa mengadakan penelitian
  5. Tanah itu sangat berguna bagi masyarakat namun tidak ada pasar formal seperti Bursa Real Estate atau Pasar Kondominium baik untuk pertukaran maupun jual beli
  6. Kebanyakan anggota masyarakat tidak mengetahui banyak tentang penjualan dari properti dan bahkan sangat sedikit mengetahui mengenai negosiasi yang sedang berlangsung
  7. Sistem pendanaan dengan jumlah yang besar dan kompleks diperlukan untuk mendukung pasar real estate
  8. Adanya kesenjangan waktu yang panjang antara keputusan atas konsep/rencana pengembangan dengan penjualannya dan dalam tenggang waktu tersebut maka berbagai penyimpangan dari rencana akan terjadi
  9. Secara relatif tidak bisa dibagi sehingga agak sulit untuk membelinya sesuai dengan ukuran yang kita butuhkan, dan biasanya harus membelinya secara utuh/keseluruhan.

Investasi pada real estate sebetulnya merupakan produk dari faham kapitalisme pada zaman revolusi industri. Pembangunan pabrik baru banyak menarik para pekerja dari pedesaan pindah ke kota-kota. Ketika mereka pindah ke kota, mereka harus menyewa perumahan yang disediakan oleh pengembang perumahan yang merupakan investor pada real estate.

Dengan berkembangnya penduduk perkotaan dan pertumbuhan industri, menyebabkan kota menjadi tempat yang lebih banyak dapat menyediakan layanan dan administrasi. Kota menjadi pusat bagi kegiatan komersial dan meningkatkan perkembangan perkantoran serta bisnis eceran. Secara bertahap, pemikiran bahwa pemilik lahan akan membangun, membiayai dan menguasai proyek perkotaan mulai berubah. Di kebanyakan kota, peranan dari pengembang, pihak yang membiayai pembangunan dan proyek-proyek mulai terpisah dan terspesialisasi.

Sebagai dukungan atas perkembangan itu, maka mulai timbullah pelayanan jasa spesialis seperti broker/pialang tanah, agen, manajer properti dan lain sebagainya.

Walaupun tanah tanpa dengan investasi pada buruh, material, dan kapital; pada keadaan normal sesungguhnya tidak akan menghasilkan pendapatan, namun tetap menarik banyak kalangan untuk berinvestasi pada tanah. Alasan umum mengapa anggota masyarakat tertarik untuk menanamkan uangnya pada real estate adalah:

  1. kelihatan sangat nyata
  2. dapat dikontrol oleh individu
  3. kepemilikan bisa membanggakan
  4. secara tradisional merupakan alat yang efektif untuk menghadapi inflasi
  5. memungkinkan dimiliki melalui sumber pembiayaan pihak lain
  6. mempunyai potensi memperoleh keuntungan
  7. resiko atas kerugian secara total sangat kecil

Setiap pembelian property adalah investasi. Namun banyak investasi pada real estate lebih banyak dilakukan bagi kepuasan pribadi daripada untuk mendapatkan keuntungan. Pembelian rumah, misalnya, lebih banyak bertujuan untuk memperoleh kepuasan daripada keuntungan. Dengan alasan semacam itu, kita dapat mengakui bahwa real estate atau property merupakan satu jenis kesempatan/alat investasi yang ada.

Tanah mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, karena tanah merupakan pondasi utama dari semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia, baik kegiatan yang bersifat social, ekonomis, perdagangan dan sebagainya. Selain itu, tanah juga menjadi produk komoditi dan sekaligus berfungsi sebagai sumber kekayaan karena tanah dan kandungannya bias memberikan berbagai sumber pendapatan bagi pemiliknya ataupun mereka yang menguasai.